Saat ini saya sedang merasa sedikit kecewa..
Hmmm ya, lagi lagi ada harapan saya yang belum dapat terlaksana. Sepertinya saya memang harus menunda S2 (semoga hanya menunda, berharap kelak terlaksana). Padahal saya sudah dapat 3x panggilan utk tes TPA dan interview sbg syarat masuk S2, tapi selalu saya cancel. Kondisi keluarga, finansial, lingkungan belum mendukung harapan saya ini. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi bersabar dan berbesar hati. Saya ingat kata kepala sekolah saya waktu SMA di pengajian ahad dulu, ketika itu ada seorang bapak2 yang bertanya kepada kepala sekolah saya: Pak Ustad, anak saya ingin sekali masuk ke sekolah ***** tapi saya tidak punya uang untuk membiayai utk masuk ke sekolah tersebut (memang biayanya cukup mahal menurut saya). Kemudian kepala sekolah saya menjawab yang intinya seperti ini: kalau begitu tidak usah masuk sekolah itu, ajarkanlah anak Bapak bersabar..
Kata-kata itu masih terus saya ingat, saya mengartikan bahwa tidak harus semua keinginan harus terlaksana. Jika memang kita belum bisa meraih apa yang kita inginkan padahal sudah berusaha, artinya kita harus lebih belajar bersabar. Sehingga akan selalu ada nilai positif yang dapat kita ambil.
Setiap orang dilahirkan dengan kondisi berbeda, ada yang dari keluarga kaya, cukup dan kurang mampu. Mereka yang berada di kondisi keluarga kaya dan cukup beryukurlah.. yang berada di kondisi kurang mampu pun harus berusaha beryukur, karena dengan kondisi yang serba terbatas justru kita banyak belajar untuk berjuang meraih sesuatu, sehingga (insyaallah) kita mempunyai pribadi yang lebih kuat. aamiin
Tapi saya sangat percaya akan itu, air mata atau keringat yang telah keluar demi berjuang meraih apa yang kita inginkan menjadikan kita lebih tahan terhadap tempaan yang akan datang. Menjadikan karakter kita berbeda. Dengan ini sebenarnya kita belajar apa itu survival. Survival bukan hanya selalu tentang cara bertahan hidup di dalam hutan dengan fasilitas terbatas, tetapi juga cara bertahan hidup di kehidupan sehari-hari dengan keadaan yang terbatas. Dapat melalui semua tantangan dengan lebih bijaksana dan sabar agar dapat menikmati hidup.
Saat ini, saya bukanlah orang hebat, saya bukan orang yang nilai akademis tinggi atau pandai berkata2 seperti Mario Teguh atau motivator lainnya. Tapi di benak saya selalu ada keinginan menjadi lebih baik, even it's only 0,01 of progress. Saya bukan planner yang baik, saya bukan orang yang semua rencana hidupnya tertata dengan baik. Tapi saya selalu ingin menjadi lebih pintar dari sebelumnya. Kenapa kalimat di paragraf ini saya awali dengan kata "saat ini"? karena saya berharap suatu kata "bukanlah" akan berganti menjadi kata "adalah". :p aamiin
Haah.. lagi lagi saya ingin menghela nafas dalam2, tapi baiklah.. back to the point : Belajar Sabar...😊😊😊
Suwarsi Saraswati
Selasa, 31 Januari 2017
Kamis, 19 Januari 2017
S2 dulu? atau nikah dulu?
Siapa yang tak ingin sekolah tinggi? siapa yang tak ingin lebih pintar dan bertambah ilmunya? Tapi tidak semua orang bisa seperti itu. Termasuk saya, butuh perjuangan yang ekstra untuk dapat kuliah, apalagi untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu S2. Saat ini saya sudah mendaftar di salah satu Universitas di Jakarta. Verifikasi berkas sudah dilewati, jadwal tes wawancara sudah ditentukan, namun saya belum juga dapat izin dari orang yang saya panggil Eyang untuk dapat kuliah lagi. Saya bertanya-bertanya, kenapa niat baik itu tidak selalu mudah untuk dijalani, saya merasa ini adalah sesuatu yang positif, juga mendapat pahala karena niat mencari ilmu. Tapi mindset yang berbeda membuat saya harus stuck di sini. Saya bingung, karena semua argumen saya dibantah oleh banyak alasan yang garis besarnya adalah tentang pernikahan.
Orang tua saya, memiliki background pendidikan yang rendah. Saya ingin kuliah lagi untuk memperbaiki diri dan membanggakan keluarga. Saya percaya bahwa ini adalah sesuatu yang baik, sedikitnya akan membuka wawasan saya jauh lebih luas dan memperbaiki pola pikir saya sehingga saya lebih bijak dalam mengambil keputusan. Walaupun nanti saya akan sangat berusaha untuk membayar semua biaya sendiri karena kondisi ekonomi keluarga, tapi saya siap untuk itu karena saya yakin manfaat yang akan saya dapat jauh lebih besar dan akan mempengaruhi kehidupan saya selanjutnya.
Beruntunglah orang-orang yang lahir di keluarga yang serba berkecukupan dan tidak perlu susah payah untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi. Tapi saya tidak akan menyalahkan kondisi keluarga saya, saya selalu berusaha bersyukur karena saya yakin dengan perjuangan yang berbeda, saya menjadi pribadi yang juga berbeda. Lebih kuat, lebih tanggung, lebih dapat bertahan, menjadi pribadi yang lebih mandiri :D Amin
Dalam mengambil suatu keputusan, terdapat pro dan kontra. Jika banyak kontra yang menghampiri, saya merasa sangat sedih. Kehidupan saya tidaklah semulus daun talas atau selembut jelly. Sering saya harus menghela nafas dan menitikan air mata. Saya sering harus membuat keputusan sendiri, karena pola pikir kedua orang tua saya yang berbeda sehingga mereka tidak memberi arahan yang cukup jelas untuk saya.
Saya tidak ingin direndahkan karena saya bodoh, saya ingin dihargai oleh orang lain karena saya pintar, apakah itu sesuatu yang salah? Saya tidak tahu seberapa tinggi iq saya, mungkin saja hanya rata-rata atau dibawah rata-rata. Tapi saya punya keinginan untuk menjadi lebih baik.
Namun yang saya tahu iq bukanlah segalanya, jika tidak ada semangat untuk memperbaiki diri atau belajar, nilai iq yang tinggi menjadi tidak berarti. Bukankah iq harus diimbangi dengan eq?
Ya Allah,, semoga Engkau memberi jalan untukku, mudahkanlah... Aamiin.
Orang tua saya, memiliki background pendidikan yang rendah. Saya ingin kuliah lagi untuk memperbaiki diri dan membanggakan keluarga. Saya percaya bahwa ini adalah sesuatu yang baik, sedikitnya akan membuka wawasan saya jauh lebih luas dan memperbaiki pola pikir saya sehingga saya lebih bijak dalam mengambil keputusan. Walaupun nanti saya akan sangat berusaha untuk membayar semua biaya sendiri karena kondisi ekonomi keluarga, tapi saya siap untuk itu karena saya yakin manfaat yang akan saya dapat jauh lebih besar dan akan mempengaruhi kehidupan saya selanjutnya.
Beruntunglah orang-orang yang lahir di keluarga yang serba berkecukupan dan tidak perlu susah payah untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi. Tapi saya tidak akan menyalahkan kondisi keluarga saya, saya selalu berusaha bersyukur karena saya yakin dengan perjuangan yang berbeda, saya menjadi pribadi yang juga berbeda. Lebih kuat, lebih tanggung, lebih dapat bertahan, menjadi pribadi yang lebih mandiri :D Amin
Dalam mengambil suatu keputusan, terdapat pro dan kontra. Jika banyak kontra yang menghampiri, saya merasa sangat sedih. Kehidupan saya tidaklah semulus daun talas atau selembut jelly. Sering saya harus menghela nafas dan menitikan air mata. Saya sering harus membuat keputusan sendiri, karena pola pikir kedua orang tua saya yang berbeda sehingga mereka tidak memberi arahan yang cukup jelas untuk saya.
Saya tidak ingin direndahkan karena saya bodoh, saya ingin dihargai oleh orang lain karena saya pintar, apakah itu sesuatu yang salah? Saya tidak tahu seberapa tinggi iq saya, mungkin saja hanya rata-rata atau dibawah rata-rata. Tapi saya punya keinginan untuk menjadi lebih baik.
Namun yang saya tahu iq bukanlah segalanya, jika tidak ada semangat untuk memperbaiki diri atau belajar, nilai iq yang tinggi menjadi tidak berarti. Bukankah iq harus diimbangi dengan eq?
Ya Allah,, semoga Engkau memberi jalan untukku, mudahkanlah... Aamiin.
Selasa, 26 Juli 2016
Jangan, Jangan Galau Berkepanjangan!
Ya, sekarang saya ingin berbagi sedikit tentang perasaan saya saat ini. Saya mencoba tumpahkan sedikit berharap beban ini akan berkurang, even cuma sedikit tapi itu lebih baik daripada saya diam. Saat ini saya sedang melalui proses kehidupan yang membuat saya sedih. Karena baru saja semalam saya putus hubungan dengan pacar saya. Ya, saya punya pacar :) tapi sekarang tidak. Sudah 5 tahun kami berpacaran dan akhirnya kandas. Sudah coba mempertahankan, belajar untuk mempertahankan agar kelak menikah dapat lebih kuat dan tidak mudah untuk menuju perpecahan, tp kita harus selasai sampai di sini. Banyak faktor yang membuat hubungan ini berakhir, tp saya tidak akan menceritakan tentang itu, saya hanya ingin menulis harapan saya setelah ini. Jika terlalu dibawa perasaan mungkin saya bisa sedih tingkat dewa, hehe. Saya mengalami proses kekinian yang dibilang "galau". Tapi saya berpikir: "baiklah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Galau berlebihan akan merusak diri saya sendiri". Cara menulis ini adalah cara yang tepat untuk dapat menguranginya, memotivasi diri saya utk lebih ke arah yang positif selain mencurahkan isi hati kepada teman.
Proses ini mungkin tidak mudah bagi sebagian orang, tapi saya akan mencoba berpikir bahwa ini adalah bukan akhir dari kehidupan, bukanlah akhir dari segala-galanya, bukanlah masalah yang besar karena saya telah mengalami proses kehidupan yang jauh lebih sulit. Disini saya mencoba menumbuhkan self-motivation, menciptakan sebuah mindset agar saya tidak sedih berkepanjangan. hahahaha. Ini hanyalah proses yang harus saya lalu seperti proses kehidupan lainnya, seperti proses sulit mendapatkan sekolah favorite, proses sulit melalui ujian SNMPTN, atau proses sulit melalui sidang Skripsi. Bahkan sepertinya yang saya lalui sekarang jauh lebih mudah daripada sidang skripsi.
Jika cerita kepada teman, pasti mereka heran mengapa kandas begitu saja padahal kami sudah terlihat seperti dua sejoli yang tak terpisahkan. :D tapi ini kehidupan, akan banyak hal yang bisa terjadi di luar rencana dan tak terduga. Mungkin ada peran Tuhan di sini yang akan membuat kehidupan saya lebih baik (harus khusnuzhan). Tapi pada akhirnya merekapun juga tidak ingin melihat saya sedih dan mengatakan berbagai motivasi, seperti: jangan sedih berlarut2, fokus pada pekerjaaan, cari uang, masih banyak yang lebih baik. Oke, saya akan mencoba menanamkan perkataan itu pada diri saya, agar nasehat mereka tidak terbuang secara percuma. Sebagai teman yang baik pun saya harus mendengar masukan dari mereka, apalagi itu akan membawa pengaruh positive untuk diri saya.
Saya yakin semua pasti ada hikmahnya, tidak ada yang percuma. Hal yang saya lalui hanya proses kehidupan yang akan membawa dampak positive untuk saya. Saya akan menjadi lebih kuat dan kokoh (seperti iklan semen :p). Saya yakin Tuhan selalu mempunyai rencana baik untuk saya. Saya yakin masih ada yang jauh lebih indah di depan. Saya yakin masa depan cerah menanti saya. Hidup Saras !!! (biarkan saya lebay dikit, tapi ini membuat saya senang dan tidak galau berkepanjangan yang dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung atau bahkan merusak masa depan wkwkkwkw).
Harapan saya setelah ini adalah saya dapat bangkit (eh tapi saya sudah bangkit dg menulis ini), mendapat kehidupan yang lebih baik, dan tentu saja mendapat jodoh yang lebih baik yang dapat menyayangi saya sepenuh hati dan menerima segala kekurangan yang saya miliki. Mungkin saja setelah ini tidak ada yang namanya proses pacaran lagi tapi langsung dilamar dan menikah. wkwkwk
lihat saja nanti.
Pesan saya untuk orang-orang yang sedang patah hati, janganlah galau berkepanjangan yang tidak akan membawa dampak positive untuk Anda. Lebih baik sedikit gila sepeti saya, mungkin dengan melakukan hal yang sama. Cobalah untuk menciptakan mindset positive sendiri dengan memotivasi diri, itu akan lebih bekerja daripada harus orang yang mengatakannya. Jangan mengatakan "tidak bisa" karena itu artinya Anda sedang menciptakan apa yang disebut "mental block". Semua pasti bisa. Hal yang sulit akan menjadi mudah jika kita percaya. Banyak orang sukses dan telah mencapai puncak, tapi kenapa tidak semua bisa seperti itu? itu karena orang sukses telah bisa melewati segala rintangan, mereka menjadikan masalah yang ada adalah suatu proses yang harus dilewati, bukan ditangisi dan menyerah. Hadapilah dengan motivasi diri yang kuat, mungkin kita akan menyusulnya dan menjadi orang sukses. Setidaknya sukses untuk diri kita sendiri, dapat menghadapi segala proses kehidupan. Jika ingin menangis? menangislah, tapi cukup sekali saja. Bisa memotivasi diri menunjukan bahwa EQ kita lebih tinggi, kita dapat mengontrol emosi kita yang dapat berguna tidak hanya untuk menghadapi masalah kehidupan sehari-hari. Tapi juga akan sukses dalam dunia kerja. Aamiin
Proses ini mungkin tidak mudah bagi sebagian orang, tapi saya akan mencoba berpikir bahwa ini adalah bukan akhir dari kehidupan, bukanlah akhir dari segala-galanya, bukanlah masalah yang besar karena saya telah mengalami proses kehidupan yang jauh lebih sulit. Disini saya mencoba menumbuhkan self-motivation, menciptakan sebuah mindset agar saya tidak sedih berkepanjangan. hahahaha. Ini hanyalah proses yang harus saya lalu seperti proses kehidupan lainnya, seperti proses sulit mendapatkan sekolah favorite, proses sulit melalui ujian SNMPTN, atau proses sulit melalui sidang Skripsi. Bahkan sepertinya yang saya lalui sekarang jauh lebih mudah daripada sidang skripsi.
Jika cerita kepada teman, pasti mereka heran mengapa kandas begitu saja padahal kami sudah terlihat seperti dua sejoli yang tak terpisahkan. :D tapi ini kehidupan, akan banyak hal yang bisa terjadi di luar rencana dan tak terduga. Mungkin ada peran Tuhan di sini yang akan membuat kehidupan saya lebih baik (harus khusnuzhan). Tapi pada akhirnya merekapun juga tidak ingin melihat saya sedih dan mengatakan berbagai motivasi, seperti: jangan sedih berlarut2, fokus pada pekerjaaan, cari uang, masih banyak yang lebih baik. Oke, saya akan mencoba menanamkan perkataan itu pada diri saya, agar nasehat mereka tidak terbuang secara percuma. Sebagai teman yang baik pun saya harus mendengar masukan dari mereka, apalagi itu akan membawa pengaruh positive untuk diri saya.
Saya yakin semua pasti ada hikmahnya, tidak ada yang percuma. Hal yang saya lalui hanya proses kehidupan yang akan membawa dampak positive untuk saya. Saya akan menjadi lebih kuat dan kokoh (seperti iklan semen :p). Saya yakin Tuhan selalu mempunyai rencana baik untuk saya. Saya yakin masih ada yang jauh lebih indah di depan. Saya yakin masa depan cerah menanti saya. Hidup Saras !!! (biarkan saya lebay dikit, tapi ini membuat saya senang dan tidak galau berkepanjangan yang dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung atau bahkan merusak masa depan wkwkkwkw).
Harapan saya setelah ini adalah saya dapat bangkit (eh tapi saya sudah bangkit dg menulis ini), mendapat kehidupan yang lebih baik, dan tentu saja mendapat jodoh yang lebih baik yang dapat menyayangi saya sepenuh hati dan menerima segala kekurangan yang saya miliki. Mungkin saja setelah ini tidak ada yang namanya proses pacaran lagi tapi langsung dilamar dan menikah. wkwkwk
lihat saja nanti.
Pesan saya untuk orang-orang yang sedang patah hati, janganlah galau berkepanjangan yang tidak akan membawa dampak positive untuk Anda. Lebih baik sedikit gila sepeti saya, mungkin dengan melakukan hal yang sama. Cobalah untuk menciptakan mindset positive sendiri dengan memotivasi diri, itu akan lebih bekerja daripada harus orang yang mengatakannya. Jangan mengatakan "tidak bisa" karena itu artinya Anda sedang menciptakan apa yang disebut "mental block". Semua pasti bisa. Hal yang sulit akan menjadi mudah jika kita percaya. Banyak orang sukses dan telah mencapai puncak, tapi kenapa tidak semua bisa seperti itu? itu karena orang sukses telah bisa melewati segala rintangan, mereka menjadikan masalah yang ada adalah suatu proses yang harus dilewati, bukan ditangisi dan menyerah. Hadapilah dengan motivasi diri yang kuat, mungkin kita akan menyusulnya dan menjadi orang sukses. Setidaknya sukses untuk diri kita sendiri, dapat menghadapi segala proses kehidupan. Jika ingin menangis? menangislah, tapi cukup sekali saja. Bisa memotivasi diri menunjukan bahwa EQ kita lebih tinggi, kita dapat mengontrol emosi kita yang dapat berguna tidak hanya untuk menghadapi masalah kehidupan sehari-hari. Tapi juga akan sukses dalam dunia kerja. Aamiin
Jumat, 01 Juli 2016
Menghitung hari bekerja di sini
Banyak sekali unek-unek yang ingin saya sampaikan. Namun pada intinya adalah saya ingin bilang bahwa saya kalah bersaing secara mental. Saya sering memikirkan perkataan atasan saya yang menurut saya itu sangat menyakitkan, intinya saya terlalu terbawa perasaan. Sehingga saya tidak ada motivasi lagi untuk bekerja. Bagi kalian yang masih freshgraduate, bukan hanya skill yang harus dipersiapkan dalam bekerja, tetapi juga mental. Keduanya haruslah balance jika ingin bertahan. Karena disana banyak orang yang memiliki cara yang berbeda untuk menyampaikan maksud hatinya. Bisa dengan lembut, biasa saja atau kasar. Ada yang suka merendah, banyak juga yang suka dipuji atau merasa sombong karena apa yg dimilikinya atau jabatannya. Seiring berjalannya waktu saya mempelajari dunia kerja yang sesungguhnya. Ternyata, pengalaman berorganisasi yang banyak juga belum cukup untuk mengasah softskill saya dalam menghadapi berbagai macam manusia.
Banyak yang saya pikirkan dg bertambahnya umur ini, semakin banyak hal yang saya alami membuat saya mengambil kesimpulan bahwa saya ingin terus belajar dan melanjutkan kuliah ke jenjang berikutnya. Saya tidak ingin diremehkan karena minimnya pengetahuan dan skill saya. Saya juga ingin belajar lebih mengenai agama agar saya mempunyai akhlak yang baik ketika banyak masalah menghampiri. At least saya ingin bisa mengontrol emosi saya dan tidak berbuat sesuka hati yang dapat merugikan orang lain. Semoga itu akan tercapai. Aamiin....
Selasa, 28 Juni 2016
Loker 2016
Hiii mungkin mulai sekarang saya akan mempublikasikan info loker yang saya dapat dari mailing list HRD lewat blog ini. Karena saya pikir mungkin ini akan sangat membantu untuk para job seeker yang kadang mengalami kesulitan untuk mencari info-info loker. Semoga bermanfaat.
THE JAKARTA CONSULTING GROUP (JCG) is a management consulting firm serving both international and local client, in order to improve service to customers, we are searching potential candidate for the following position:
CUSTOMER SERVICES
REQUIREMENTS:
• Female, single, age 20 - 25 years old
• Fresh graduates are welcome to apply
• Able to operate computer program (MS Office, Internet, Sosmed, Email)
• Physically attractive, well-groomed
• Good interpersonal skill
• Able to maintain communication with internal and external parties in all levels
• Available to work as soon as possible
JOB DESCRIPTION :
• Manage all level of incoming guests and clients
• Manage phone calls
• Manage meeting rooms
• Manage daily Mails & Postage
• Manage drivers’ & company cars’ schedule
• Handling company’s travel arrangement
We like to hear from you if you are challenged to take on this position. Please send your detailed resume & recent photographs not later than 15 July 2016 to:
THE JAKARTA CONSULTING GROUP
Attn. Mrs. Dyah Suyono
DBS Bank Tower 12th Fl. Ciputra World 1
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5. Jakarta
E-mail : hrinternal@jakartaconsulting.com
Kamis, 23 Juni 2016
Pak, terimakasih atas sharingnya malam ini. Maaf saya terlalu melancolis sehingga saya selalu menangis setiap berbicara dengan Bapak. Saya memang selalu sedih apalagi kalau topiknya adalah mengenai keluarga saya. Saya merasa banyak kesedihan yang selama ini belum tertumpahkan, saya pendam sendiri sehingga ketika ada orang yg bertanya mengenai itu saya akan menangis. Terimakasih atas segalanya. Bapak tau, walau saya hanya pernah berbicara 2x dalam waktu yg agak panjang dg Bapak, saya merasa nyaman berbicara dg Bapak. Saya sangat menghargai Bapak karena wibawa Bapak yg sangat besar di mata saya. Pak, maafkan saya telah mengecewakan Bapak. Saya menyadari memang saya telah membuang buang waktu dan tidak memanfaatkan kesempatan yang telah Bapak berikan. Saya sangat berterimakasih kepada Bapak atas kesempatan itu. Saya jadi banyak belajar mengenai kehidupan. Saya kalah, saya bodoh karena telah kalah dg lingkungan yg menurut saya kurang mendukung. Motivasi saya sangat turun sehingga saya malas bekerja. Andai Bapak tau seberapa sering saya ingin berkonsultasi dg Bapak mengenai masalah yg saya hadapi selama ini. Mungkin jika saya sering sharing dg Bapak, saya tdk akan mengambil keputusan ini, mungkin saya sudah termotivasi sejak awal dan saya tidak akan berada di posisi ini.
Pak, begitu banyak unek2 atau celotehan yg ingin saya sampaikan. Namun itu masih belum mungkin jika masih gap yang cukup jauh. Pak, memang benar dunia kerja kejam. Saya sangat merasakan itu karena mungkin saya masih seorang pekerja baru, saya belum terbiasa dg itu walaupun kehidupan saya sejak kecil cukup menyedihkan. Walau saya berasal dari keluarga yg sangat sederhana, memiliki banyak keterbatasan, penuh perjuangan, itu tidak menjadikan saya kuat utk menghadapi semua masalah.
Saya justru senang jika ada orang yg mau mengarahkan saya secara tulus. Saya butuh banyak masehat seperti yang telah Bapak sampaikan tadi. Saya termasuk orang yg keras kepala, namun jika ada orang yg peduli dg saya, mengarahkan saya kearah yg positif saya akan sangat senang. Saya memang tidak pandai berkata-kata, namun begitu saya snagat berterimakasih jika ada orang seperti itu. Saya akan mendoakannya selalu.
Sejak kecil saya sering mengambil keputusan sendiri dan banyak yg kurang baik, saya merasa saya sendirian. Saya sangat menghargai kedua orang tua saya, namun karena pendidikan yg rendah menjadikan pandangan yg lebih sempit. Saya tdk akan bercerita banyak, tp ini menjadikan saya senang jika ada orang yg ingin memberikan pengaruh positif terhadap saya. Saya ingin maju, saya ingin lebih baik. Saya akan sangat antusias jika ada orang yg selalu mendukung.
Pak, banyak hal yang saya pelajari, ini akan menambah variasi cerita dalam kehidupan saya. Walau nanti saya tidak akan sering bertemu dg Bapak. Saya harap nanti ada kesempatan untuk bertemu dan saya telah menjadi seorang yg berbeda, jauh lebih baik dari sekarang. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang dan terus menjadi orang yg dpt meberikan pengaruh positif untuk semua.
Walau mungkin banyak yg berusaha menjatuhkan, saya yakin orang-orang sepeti Bapak akan selalu berada dlm lindungan Allah. Saya berdoa yg terbaik untuk orang-orang seperti Bapak.
Terimakasih Pak
Minggu, 29 Maret 2015
i dont know what to write :D
so looooooooooong time I don't write anything here. because I'm lazy girl and prefer to be reader than writer :D hahaha. I know it's not good enough, but maybe one of my reasons is always have no idea what to write. now I write with my bad English :p but I just want to practice, practice and once more, I just want to practice my English ngehehehe. If you read this post or other my English post, or something that contain my bad English, please correct me.
aaaah you know before I write this new paragraph, I just watching tv and forget to continue this post wakwkakwkwk. ok then, I want to finish my post now, because I want to continue to watch tv :D. see you on next post. babay!
aaaah you know before I write this new paragraph, I just watching tv and forget to continue this post wakwkakwkwk. ok then, I want to finish my post now, because I want to continue to watch tv :D. see you on next post. babay!
Langganan:
Postingan (Atom)