Selasa, 31 Januari 2017

Belajar Sabar (lagi)

Saat ini saya sedang merasa sedikit kecewa..
Hmmm ya, lagi lagi ada harapan saya yang belum dapat terlaksana. Sepertinya saya memang harus menunda S2 (semoga hanya menunda, berharap kelak terlaksana). Padahal saya sudah dapat 3x panggilan utk tes TPA dan interview sbg syarat masuk S2, tapi selalu saya cancel.  Kondisi keluarga, finansial, lingkungan belum mendukung harapan saya ini. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi bersabar dan berbesar hati. Saya ingat kata kepala sekolah saya waktu SMA di pengajian ahad dulu, ketika itu ada seorang bapak2 yang bertanya kepada kepala sekolah saya: Pak Ustad, anak saya ingin sekali masuk ke sekolah ***** tapi saya tidak punya uang untuk membiayai utk masuk ke sekolah tersebut (memang biayanya cukup mahal menurut saya). Kemudian kepala sekolah saya menjawab yang intinya seperti ini: kalau begitu tidak usah masuk sekolah itu, ajarkanlah anak Bapak bersabar..
Kata-kata itu masih terus saya ingat, saya mengartikan bahwa tidak harus semua keinginan harus terlaksana. Jika memang kita belum bisa meraih apa yang kita inginkan padahal sudah berusaha, artinya kita harus lebih belajar bersabar. Sehingga akan selalu ada nilai positif yang dapat kita ambil.

Setiap orang dilahirkan dengan kondisi berbeda, ada yang dari keluarga kaya, cukup dan kurang mampu. Mereka yang berada di kondisi keluarga kaya dan cukup beryukurlah.. yang berada di kondisi kurang mampu pun harus berusaha beryukur, karena dengan kondisi yang serba terbatas justru kita banyak belajar untuk berjuang meraih sesuatu, sehingga (insyaallah) kita mempunyai pribadi yang lebih kuat. aamiin
Tapi saya sangat percaya akan itu, air mata atau keringat yang telah keluar demi berjuang meraih apa yang kita inginkan menjadikan kita lebih tahan terhadap tempaan yang akan datang. Menjadikan karakter kita berbeda. Dengan ini sebenarnya kita belajar apa itu survival. Survival bukan hanya selalu tentang cara bertahan hidup di dalam hutan dengan fasilitas terbatas, tetapi juga cara bertahan hidup di kehidupan sehari-hari dengan keadaan yang terbatas. Dapat melalui semua tantangan dengan  lebih bijaksana dan sabar agar dapat menikmati hidup.

Saat ini, saya bukanlah orang hebat, saya bukan orang yang nilai akademis tinggi atau pandai berkata2 seperti Mario Teguh atau motivator lainnya. Tapi di benak saya selalu ada keinginan menjadi lebih baik, even it's only 0,01 of progress. Saya bukan planner yang baik, saya bukan orang yang semua rencana hidupnya tertata dengan baik. Tapi saya selalu ingin menjadi lebih pintar dari sebelumnya. Kenapa kalimat di paragraf ini saya awali dengan kata "saat ini"? karena saya berharap suatu kata "bukanlah" akan berganti menjadi kata "adalah". :p aamiin

Haah.. lagi lagi saya ingin menghela nafas dalam2, tapi baiklah.. back to the point : Belajar Sabar...😊😊😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar